Rabu, 07 Maret 2012

Kesan Pertama Belajar TOU dengan Bu Ira Phajar Lestari

Sebelumnya saya sudah kenal sama nama bu "Ira Phajar Lestari" sejak semester 3 kemarin, jadi pas sekarang beliau ngajar di kelas saya hafal banget. hehe kenapa kog bisa gitu yaa?? begini ceritanya teman-teman. Waktu semester 3 awal pas ngecek-ngecekin jadwal per kelas kebetulan di jadwal anak 2KA13 (kebetulan ada someone lahh....Ooopss) ada mata kuliah yang di ajarin sama bu ira, soft skill juga sama, maksudnya Teori Organisasi Umum. Karena namanya mirip banget sama dosen favorit saya waktu tingkat 1 saya menerawang-menerawang (weeiittss kayak paranormal aja menerawang), dalam hati saya bilang "waahh nih dosen pasti cantik plus gaool nih ga jauh beda sama bu ira pasti ngajarnya juga asik" maaf ya bu bukannya menyamakan Ibu tapi cuman feeling aja waktu dulu XD
tapiiiii....waktu minggu pertama, si doi yang ada di KA13 cerita kalo softskill udah di kasih tugas, di suruh perbaikin blog, di suruh presentasi plus bikin makalah, di blog nggk boleh copas, dan sebagainya. waduuuhhh killer amat ni dosen, pikir saya waktu itu. Maklum yaa bu bagi sebagian mahasiswa dosen-dosen yang kebanyakan ngasih tugas kebilang killer apa lagi buat mahasiswa "pemalas" seperti saya (kog bisa masuk KA01 sih meell???hahaha mungkin karena ada kesalahan teknis). Anehnya beberapa saat setelah si doi bilang kayak gitu saya merenung, enak kali ya di ajarin sama bu Ira, bisa ngerasain belajar soft skill yang sesungguhnya karena waktu tingkat 1 ada beberapa dosen yang bilang kalau pelajaran soft skill itu seharusnya   jangan cuman ngeposting tulisan di blog saja tetapi harus benar-benar di pelajarin soft skillnya dengan cara presentasi dan diskusi, hal itu juga akan sangat berguna bagi nanti kita presentasi PI atau skripsi dan agar lebih terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, oleh karena itu saya bilang "belajar soft skill yang sesungguhnya". waahh nggk adil nih masa KA13 yang kelas ujung di ajarin sama dosen berkualitas seperti itu tapi KA01 yang katanya KA spesial kog nggk di ajarin sama bu Ira sih, protes saya dalam hati. 
tappiii lagi nih buuu XD (bu ira pasti bilang "kebanyakan tapi nih anak, aneh banget") pas semster ini saya liat Ibu ngajar di kelasan saya, jiwa males saya keluar "aduuhh sama bu Ira, ribet deh nihh" pikir saya waktu itu. Hari Rabu tanggal 29 Maret di ruangan kelas E524A selesai pelajaran Sistem Operasi (lagi nunggu dosen matematika lanjut) adalah hari pertama saya bertemu langsung dengan Beliau (Bu Ira maksunya). lagi duduk asik sama temen, ngobrol-ngobrol, beberapa menit kemudian Bu Ira dateng ke kelas langsung ngomong soal kelompok, dan lain sebagainya. Pertama saya bingung banget, kog matematika ada pembagian kelompoknya, waktu itu saya pikir Bu Ira itu Dosen matematika Lanjut, ternyata Dosen soft skill. hehe
Hari kamis sesuai janji Bu Ira pada hari Rabu dengan kelas saya, Bu Ira katanya akan menjelaskan secara lebih detail lagi tentang kelompok dan soft skill yang beda dari yang lainnya itu di sela-sela waktu kosong mata kuliah lain. soalnya masih minggu pertama, dosen paling cuman sebentar ngajarnya. Alhasil pada hari H-nya terjadi insident, Dosen-dosen yang di perkirakan mengajar sebentar itu ternyata malah ngajar super lama banget jadinya waktu buat Bu Ira masuk ke kelas dan menjelaskan tentang seluk beluk soft skill ala dia peluangnya sangat sedikit di tambah anak-anak udah pada kelaperan jadi pada keluar deh (termasuk saya, hehehe maaf banget Ibu, saya keluar sholat waktu kemarin).
Setelah selesai sholat saya bingung sendiri soalnya kata temen-temen yang lain Ibu Ira marah-marah karena anak-anak pada nggk ada di kelas terus bilang "Saya bisa saja ngasih nilai E ke kalian semua" aduuuhh "E" lagi  liat "B " di rangkuman nilai aja udah stresnya minta ampun apa lagi "E" buu (Bukannya sombong bu emang dari dulu A itu susah banget tercetak di rangkuman nilai saya, bosen B mulu. hahaha ) turun lagi daah nih IPK, pikir saya. 
Hari ini saya ketemu lagi sama Bu Ira dan mendapatkan kehormatan buat di ajarin sama beliau tentang seluk beluk soft skill yang sesungguhnya yang saya inginkan dulu. wuuuiiihhh presepsi saya yang dulu langsung muncul kembali, sifat pemalas langsung hilang jadi rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba hal yang baru jadi tumbuh di dalam benak saya, mencoba membagi ilmu untuk semua orang yang membutuhkan meskipun hanya sebatas ilmu yang kita ketahui saja, lebih mengembangkan wawasan kita dan memperlebar pemikiran kita. Bu Ira juga cerita soal sebagian dari kelasan cuma punya blog buat tugas doank (aduhh ibu saya banget itu....hahaha) tapi sayangnya Bu Ira ga komenin soal Blog saya, Komen yang jelek-jelek yang saya mau tapinya Buu, untuk perubahan menjadi lebih baik lagi, begitu maksud saya.hehehe
 Intinya "Don't Judge Someone By It's cover" jangan liat orang dari luarnya saja!!! Ayo kita mulai awal yang baru yang bisa merubah hidup kita lebih baik lagi!!! Tulisanmu Bisa Merubah Dunia!!!! Ganbatte!!!! Semangatttt!!XDD

Senin, 02 Januari 2012

Kepemimpinan


Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang fiorganisasikan kea rah pencapaian tujuan.

Tipe-tipe kepemimpinan:
1.      Tipe Otokratis
Ciri-cirinya antar lain:
a.      Mengandalkan kepada kekuatan atau kekuasaan
b.      Menganggap dirinya paling berkuasa
c.       Keras dalam mempertahankan prinsip
d.      Jauh dari para bawahan
e.      Perintah diberikan secara paksa

2.      Tipe Laissez Faire
Ciri-cirinya antara lain:
a.      Memberi kebebasan kepada para bawahan
b.      Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c.       Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d.      Tidak mempunyai wibawa
e.      Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik

3.      Tipe Paternalistik
Ciri-cirinya antara lain:
a.      Pemimpin bertindak sebagai bapak
b.      Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c.       Selalu memberikan perlindungan
d.      Keputusan ada di tangan pemimpin

4.      Tipe Militeristik
Ciri-cirinya antara lain:
a.      Dalam komunikasi menggunakan saluran formal
b.      Menggunakan sistem komando atau perintah
c.       Segala sesuatu bersifat formal
d.      Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku

5.      Tipe Demokratis
Ciri-cirinya antara lain:
a.      Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
b.      Bersifat terbuka
c.       Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru
d.      Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat
e.      Menghargai potensi individu

6.      Tipe Open Leadership
Tipe ini hamper sama dengan tipe demokratis. Perbedaannya terletak dalam hal pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ada di tangan pemimpin.


Teori-teori Kepemimpinan

•         Teori Great Man dan Teori Big Bang
•         Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian
•         Teori Perilaku (Behavior Theories)
•         Teori Kontingensi atau Teori Situasional

1. Teori Great Man dan Teori Big Bang
Teori Great Man
•         Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir
•         Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bahwa teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan
•         Kekuasaan berada pada sejumlah orang tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin
•         “Asal Raja Menjadi Raja”


Teori Big Bang
•         Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin
•         Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut
•         Situasi merupakan  peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi dll
•         Pengikut adalah orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat

2.  Teori Sifat (Karakteristik) Kepribadian
Trait Theories
•         Seseorg dapat menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin
•         Titik tolak teori : keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat kepribadian baik secara fisik maupun psikologis
•         Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian  yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar
Karakteristik kepribadian, Cheser
•         Sifat-sifat Pribadi : Fisik, kecakapan (skill), teknologi, daya tanggap (perpection), pengetahuan (knowledge), daya ingat (memory), imajinasi (imagination)
•         Sifat-sifat pribadi yang merupakan watak yang lebih subyektif,yakni keunggulan seorang pemimpin dalam keyakinan, ketekunan, daya tahan, keberanian dll
Karakteristik kepribadian, Davis
Ada 4 sifat umum yang efektif
•         Kecerdasan
•         Kedewasaan dan keluasan pandangan sosial
•         Motivasi diri dan dorongan
•         Sikap-sikap hubungan sosial
Karakteristik kepribadian, Collons dalam A Dale Tempe (1993)
Sifat yang harus dimiliki pemimpin agar dapat mengefektifkan organisasi adalah
•         Kelancaran berbicara
•         Kemampuan memecahkan masalah
•         Pandangan ke dalam masalah kelompok (organisasi)
•         Keluwesan
•         Kecerdasan
•         Kesediaan menerima tanggung jawab
•         Keterampilan sosial
•         Kesadaran akan diri sendiri dan lingkungannya

Karakteristik kepribadian, Yulk dalam Hersey dan Blanchard (1998)
Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari :
•         Cerdas
•         Terampil secara konseptual
•         Kreatif
•         Diplomatis dan taktis
•         Lancar berbicara
•         Memiliki pengetahuan tentang tugas kelompok
•         Persuasive
•         Memiliki keterampilan sosial
Sedangkan Robins (1996) mengatakan bahwa teori ini adalah teori yang mencari ciri-ciri kepribadian sosial, fisik atau intelektual yang membedakan pemimpin dan yang bukan pemimpin

Karakteristik kepribadian, Bennis dalam Hersey dan Blanchard (1998)
•         Management of Attention
            (kemampuan mengkomunikasikan tujuan/arah yang  dapat menarik perhatian  anggota)
•         Management of Meaning
            (kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan secara jelas)
•         Management of Trust
            (kemampuan untuk dipercaya dan konsisten)
•         Management of Self
            (kemampuan mengendalikan diri dalam batas kekuatan dan kelemahan)

3. Teori Perilaku (Behavior Theories)
•         Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan
•         Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi
4. Teori Kontingensi atau Teori Situasional
•         Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi
•         Teori ini berpendapat bahwa tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi




Contoh Kasus:
“ Kehilangan Kursi”
Sebuah organisasi manufacturing yang mempunyai karyawan sekitar 270 orang mempekerjakan seorang manajer pabrik baru dengan maksud untuk mengurangi biaya-biaya produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperbaiki produktivitas karyawan. Pekerjaan adalah melelahkan dan kondisi-kondisi pekerjaan sangat tidak menyenangkan. Ini disebabkan oleh panas dan debu yang ditimbulkan oleh proses produksi. Hari kerja dibagi menjadi 3 shift, dimana lama waktu setiap shift adalah 8 jam, tanpa waktu makan yang ditetapkan secara eksplisit. Para karyawan biasanya membeli minuman dan makanan dari warung-warung di sekitar pabrik dan minum atau makan sambil bekerja. Teknisi keamanan pabrik mengemukakan bahwa gang-gang yang digunakan untuk lalu lintas truk-truk pengankut barang sering terhambat atau terganggu oleh lalu lalang para karyawan yang memerlukan dan membeli minuman dan makanan. Manajer baru mengambil keputusan untuk membangun sebuah cafeteria untuk mengurangi bahaya keamanan ini dan untuk memberikan kepada karyawan suatu tempat makan jauh dari proses produksi yang tidak menyenangkan.

Setelah bangunan diselesaikan, para karyawan mulai makan di cafeteria seperti yang diharapkan. Bagaimanapun juga, meninggalkan lokasi pekerjaan menunjukkan secara implisit adanya periode istirahat untuk makan bagi para karyawan. Waktu yang dihabiskan para karyawan untuk keperluan tersebut tentunya naik secara menyolok dan sebagai akibatnya terjadi penurunan produktivitas. Manajer pabrik kemudian memutuskan bahwa untuk menghindari para karyawan mondar-mandir ke cafeteria, dia akan memindahkan kursi-kursi. Para karyawan marah karena “kenyamanan” yang selama ini mereka rasakan telah diambil. Konsultan pengembangan organisasi (organization development), setelah siperkenalkan, memperoleh informasi dari serangkaian wawancara bahwa para karyawan tidak pernah menginginkan cafeteria. Mereka sesungguhnya menginginkan lokasi yang lebih aman dari truk-truk pengangkut barang.

Kesalahan-kesalahan pokok yang dibuat manajemen dalam proses perubahan tersebut adalah, kurangnya komunikasi antara manajer dan karyawan, karyawan tidak berinisiatif terlebih dahulu untuk mengajukan usulan yang menurut mereka baik bagi kelangsungan kerjanya kepada manajer, manajer bertindak sendiri tanpa mempertimbangkan masukan dari para karyawannya.
Kesalahan-kesalah tersebut dapat terjadi di suatu perusahaan di karenakan manajer dalam perusahaan tersebut bertipe paternalistik, cirinya adalah pemimpin bertindak sebagai bapak,dalam contoh kasus di atas sudah tampak jelas bahwa manajer baru tersebut menganggap karyawannya sebagai anaknya sendiri dengan cara melindungi para karyawan dari lalu-lalang mobil-mobil/truk-truk pengangkut barang yang sering kali mengganggu kenyamanan mereka di saat makan atau minum, manajer terlihat mengambil keputusan sendiri yang menurutnya baik untuk melindungi dan memberikan kenyamanan kepada para karyawannya.

google search ppt Muh Aziz Muslim
foto copyan contoh kasus dari bu Elvira Fardiana (teacher of general organization theory in gunadarma university)