Sabtu, 27 Oktober 2012

Kalimat Efektif dan Paragraf

Kalimat Efektif
           Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula (BPBI, 2003:91). Kalimat efektif juga bisa disebut sebagai suatu kaimat yang singkat, padat, jelas dan lengkap yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya atau artinya serta memiliki tujuan yang di maksudkan oleh penulis atau pembicara.

Syarat-sayarat kalimat efektif:

1. Kesatuan Gagasan
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( Objek/Keterangan) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh:
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yaitu imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yaitu  imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu atau kata-kata yang berlebihan. 
Contoh
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. Penekanan
Dalam penulisan atau pengungkapan kalimat efektif yang terpenting adalah adanya penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel, penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Paragraf
             Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal) sedangkan kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.

Tujuan pembentukan paragraf
1.Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema
2.Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal


Unsur-unsur paragraf

1.Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran
                 Topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.

2.Kalimat utama atau pikiran utama

                 Kalimat utama atau pikiran utama merupakan dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf.

Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
•Deduktif : kalimat utama diletakan di awal alinea
•Induktif : kalimat utama diletakan di akhir anilea
•Variatif : kalimat utama diletakan di awal dan diulang pada akhir alinea
•Deskriptif/naratif : kalimat utama tersebar di dalam seluruh alinea 



3.Kalimat penjelas
             Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan penjelas. 

4.Judul (kepala karangan)

            Untuk membuat suatu kepala karangan yang baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
•Provokatif (menarik)
•Berbentuk frase
•Relevan (sesuai dengan isi)
•Logis
•Spesifik


Syarat-syarat paragraf

a.Ketepatan Pemilihan Kata


              Pemilihan kata harus sesuai dengan situasi dan kondisi pemakaiannya. Pemakaian kata dia, misalnya, tidak tepat digunakan untuk orang yang usianya lebih tua. Kata yang tepat adalah kata beliau. Demikian pula dengan menonton kata ini tidak tepat dalam paragraf yang menyatakan maksud melihat orang sakit. Dalam hal ini kata yang harus digunakan adalah mengunjungi, menjenguk, atau menengok. Untuk itulah diperlukan penguasaan perbendaharaan kata, terutama kata-kata yang bersinonim. Dengan banyaknya menguasai kata bersinonim mudahlah bagi kita dalam menggunakan kata-kata yang tepat.


b.Kesatuan


              Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu, dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alenia dianggap mempunyai kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau selalu relevan dengan topik.


c.Koherensi


               Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa (kelompok kata) dalam bermacam-macam hubungan.


Macam-macam paragraf



A. Macam-macam paragraf berdasarkan letak kalimat utama

1. Paragraf deduktif
               Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

2. Paragraf induktif
              Paragraf induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

3. Paragraf campuran
             Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.

B. Macam-macam paragraf berdasarkan isi

1. Paragraf deskripsi
            Paragraf deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

2. Paragraf proses
            Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.

3. Paragraf efektif
           Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat.

Sumber:









Selasa, 23 Oktober 2012

Kalimat


Pengertian Kalimat
                Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir, kalimat terdri dari beberapa unsur seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan. Sebuah kalimat dikatakan sempurna apabila memiliki dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Jika tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan frasa.

Unsur-unsur Kalimat

1. Subjek (S)
   > Disebut juga pokok kalimat, karena merupakan unsur inti suatu kalimat.
   > Umumnya berupa kata benda (KB) atau kata lain yang dibendakan.
   > Merupakan jawaban dari pertanyaan "Siapa" dan "Apa".
   misalnya:

  Ibu   memasak   nasi  goreng  di dapur
   S            P                   O                K


2. Predikat (P)
   >  Unsur inti pada kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan subjek.
   >  Biasanya berupa kata kerja (KK) atau kata sifat (KS).
   >  Merupakan jawaban pertanyaan "Mengapa" dan "Bagaimana".
   misalnya:
  
   Nina membaca buku  di ruang tamu
      S            P         O              K

3. Objek (O)
   > Keterangan predikat yang memiliki hubungan erat dengan predikat.
   > Biasanya terletak di belakang predikat.
   > Dalam kalimat pasif, objek akan menempati posisi subjek.
   > Berupa nomina atau frasa nominal.
   misalnya:

   Adik menonton  televisi di kamar
     S           P              O          K

4. Keterangan (K)
   > Umumnya merupakan  keterangan tambahan atau unsur yang tidak wajib dalam kalimat.
   > Keterangan dapat berpindah tempat tanpa merusak struktur dan makna kalimat
   > Keterangan diisi oleh adverba, adjektiva, frasa adverbial, frasa adjektiva, dan klausa     terikat.
  > Posisinya dapat di awal, di tengah, ataupun di akhir kalimat.
  > Terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

 * Keterangan tempat
                  Keterangan tempat adalah keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya
peristiwa atau keadaan. Keterangan tempat selalu didahului oleh kata depan,
seperti di, dari, ke, sampai, dan dalam. 
Contohnya:

Ani menyimpan buku di atas meja belajar

* Keterangan alat
                 Keterangan alat merupakan keterangan yang menyatakan ada atau tidak adanya
alat yang digunakan untuk melakukan suatu perbuatan. Keterangan alat selalu
diikuti oleh kata depan dengan atau tanpa.
Contohnya:

Ayah memukul batu itu dengan palu

* Keterangan waktu
                  Keterangan waktu memberikan informasi mengenai saat terjadinya suatu
peristiwa.
Contohnya:

Kakak akan pergi ke jogja pada pukul 7 pagi

 * Keterangan tujuan
                  Keterangan tujuan adalah keterangan yang menyatakan tujuan atau maksud
perbuatan atau kejadian. Keterangan tujuan ditandai oleh kata untuk, demi, bagi,
buat, dan demi.
Contohnya:

Kita harus rajin berolahraga agar sehat

 * Keterangan cara
                  Keterangan cara adalah keterangan yang menyatakan cara terjadinya suatu peristiwa. Keterangan cara ada yang didahului oleh kata depan ada pula yang tidak.
Contohnya:

Ami membaca buku pelajaran dengan seksama

 * Keterangan penyerta
                 Keterangan penyerta adalah keterangan yang menyatakan ada atau tidak adanya
orang yang menyertai orang lain dalam melakukan perbuatan.
Contohnya:

Amir bermain playstation bersama Mira

 * Keterangan similatif
                Keterangan similatif adalah keterangan yang menyatakan kesetaraan atau
kemiripan antara suatu keadaan, kejadian, atau perbuatan dengan keadaan,
kejadian, atau perbuatan yang lain.
Contohnya:

Berpikirlah seperti orang dewasa

 * Keterangan sebab
               Keterangan penyebaban atau keterangan sebab adalah keterangan yang menyatakan sebab atau alasan terjadinya suatu peristiwa, keadaan, kejadian atau perbuatan.
Contohnya:

Rani mendapatkan IPK rendah karena kurang belajar

5. Pelengkap (P)
   > Terletak di belakang predikat.
   > Perbedannya terletak pada kalimat pasif, pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi subjek kalimat pasif bukan pelengkap.
   > Dalam kalimat, jika tidak ada objek, pelengkap terletak langsung di belakang predikat, tetapi jika predikat diikuti oleh objek, pelengkap berada di belakang objek.
misalnya:

Ayah membelikan Adik sepeda baru
    S            P             O            Pel

Pola Kalimat Dasar

1.  S-P
Komputernya rusak.

2. S-P-O
Rika makan nasi goreng.

3. S-P-Pel
Cincinnya bertahtakan berlian.

4. S-P-K
Adik tidur di kamar.

5. S-P-O-Pel
Ariani memakan sushi buatan Nirma

6. S-P-O-Pel-K
Setiap pagi ibu memasak nasi goreng di dapur

7. S-P-O-K
Amel minum susu vanilla setiap hari.

8. S-P-Pel-K.
Mirna tertawa terbahak-bahak ketika Rina terjatuh dari sepeda di taman.   

Kata kerja
             Kata kerja adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan dan perbuatan. jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa.
Kata kerja terbagi atas :

1.) Kata kerja transitif
adalah kata kerja yang membutuhkan objek atau pelengkap sebagai penjelas.

Contohnya: Dira makan bakso.

Kata kerja transitif terbagi atas:

a.kata kerja ekatransitif 
        kata kerja ekstransitif adalah kata kerja yang hanya memerlukan objek tanpa diikuti pelengkap dalam kalimat tunggalnya. Contohnya: Saya tidur

b.kata kerja dwitransitif 
        kata kerja dwitransitif adalah kata kerja yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap dalam kalimat tunggalnya. Contohnya: saya memasak mie instan di dapur tadi pagi.

2.) Kata kerja intransitif
          kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek di belakangnya sebagai pelengkap untuk menjelaskan kalimat.

Contohnya :Rudi sedang membaca.

Macam-macam Kalimat

A.  Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal)
Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1.  Kalimat Tunggal
Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimat-kalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya. 

Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah:
*  KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja)
Contoh:   Victoria bernyanyi
.                   S          P
* KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat)
Contoh:   Ika sangat rajin
.               S          P
* KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan)
Contoh:  Masalahnya seribu satu.
.                    S             P

Kalimat tunggal  dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
1.  Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda.
Contoh :  Saya siswa kelas VI.
2.  Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja.
Contoh :  Adik bernyanyi.

Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya. Dengan penambahan unsur-unsur itu, unsur utama dari kalimat masih dapat dikenali. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih.  

Perluasan kalimat tesebut terdiri atas:
1. Keterangan tempat, seperti di sini, dalam ruangan tertutup, lewat Bali, sekeliling kota.
2. Keterangan waktu, seperti: setiap hari, pada pukul 21.00, tahun depan, kemarin sore, minggu kedua bulan ini.
3. Keterangan alat (dengan + kata benda), seperti: dengan linggis, dengan undang-undang itu, dengan sendok, dengan wesel pos, dengan cek.
4. Keterangan modalitas, seperti: harus, barangkali, seyogyanya. sesungguhnya, sepatutnya.
5. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja), seperti: dengan hati-hati, seenaknya saja, selekas mungkin.
6. Keterangan aspek, seperti akan, sedang, sudah, dan telah.
7. Keterangan tujuan, seperti: agar bahagia, untuk anaknya, supaya aman, bagi mereka.
8. Keterangan sebab, seperti: karena rajin, sebab berkuasa, lantaran panik.
9. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan, seperti: penerima Sepatu Emas, David Beckham.
10. Frasa yang, seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas, pemimpin yang memperhatikan rakyat.

Contoh perluasan kalimat tunggal adalah:
1. Victoria akan bernyanyi di Las Vegas.
2. Masalahnya seribu satu yang belum terpecahkan.
3. Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya.
2.  Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi.

 Kalimat majemuk dapat dibedakan atas  3 jenis, yaitu:
2.1.  Kalimat Majemuk Setara (KMS)
Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian, yaitu:

* KMS Penggabungan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta.
Contoh:
-  Kami mencari bahan dan mereka meramunya.
-  Ratih dan Ratna bermain bulu tangkis di halaman rumah.
* KMS Pertentangan. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi,sedangkan, namun, melainkan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan.
Contoh:
-  Indonesia adalah negara berkembang, sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju.
-  Bukan saya memecahkan gelas itu, melainkan kakak.
* KMS Pemilihan. Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kataatau.

Contoh:
-  Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan.
-  Aku atau dia yang akan kamu pilih.

* KMS Penguatan. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan katabahkan.
Contoh:
-  Dia tidak hanya cantik, bahkan dia juga sangat baik hati.
-  Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa, bahkan dia disiksa dengan sadis.

* KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian, untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan.
Contoh:
-  Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD, kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP.

2.2  Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB)
Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat).
Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat, yaitu:
1. Waktu : ketika, sejak
2.  Sebab: karena, Olehkarenaitu, sebab, oleh sebab itu
3.  Akibat: hingga, sehingga, maka
4.  Syarat: jika, asalkan, apabila
5.  Perlawanan: meskipun, walaupun
6.  Pengandaian: andaikata, seandainya
7.  Tujuan: agar, supaya, untukbiar
8.  Perbandingan: seperti, laksana, ibarat, seolah‐olah
9.  Pembatasan: kecuali, selain
10.  Alat: dengan+ katabenda:  dengan tongkat
11.  Kesertaan: dengan+ orang

Contoh:
-  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern, para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Induk kalimat: Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu.
Anak kalimat:  Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern.

2.3  Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya.

Contoh:
-   Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.
KMS:  Kami berhenti dan langsung pulang.
KMC:  Kami berhenti karena hari sudah malam.
.          Kami langsung pulang karena hari sudah malam.h
-  Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.
KMS:  Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja.
KMB: Mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.
.
B.  Berdasarkan Isi atau Fungsinya
Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

1. Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam penulisannya. Sedangkan dalam bentuk lisan, kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi.

Macam-macam kalimat perintah :
* Kalimat perintah biasa, ditandai dengan partikel lah.
Contoh : Gantilah bajumu !
* Kalimat larangan, ditandai dengan penggunaan kata jangan.

Contoh Jangan membuang sampah sembarangan !
* Kalimat ajakan, ditandai dengan kata mohon, tolong, silahkan.
Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah !

2.  Kalimat Berita
Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Dalam penulisannya, biasanya diakhiri dengan tanda titik (.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan.

Macam-macam kalimat berita :
* Kalimat berita kepastian
Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi.

* Kalimat berita pengingkaran
Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.

* Kalimat berita kesangsian
Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.

* Kalmat berita bentuk lainnya
Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat.

3.  Kalimat Tanya
Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana, dimana, berapa, kapan.

Contoh:
-  Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya?
-  Kapan Becks kembali ke Inggris?

4.  Kalimat Seruan
Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa ‘yang kuat’ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.) dalam penulisannya.

Contoh:
-  Aduh, pekerjaan rumah saya tidak terbawa.
-  Bukan main, eloknya.

Sumber:


Jumat, 12 Oktober 2012

Persona 3 The Movie



Teman-teman yang ngefans banget sama game persona 3 pasti sudah pada tau donk kalu baru-baru ini akan dirilis Anime adaptasi dari game persona 3 yang ada di PS 2. Tanggal rilisnya tidak diketahui tepatnya kapan, tetapi menurut berita yang saya baca, anime ini akan dirilis menggunakan sistem munculnya bulan purnama "The moon phase system" artinya anime ini akan dirilis setiap kali bulan purnama muncul (Full Moon). Pasti yang udah pernah maenin gamenya tau donk kalau Minato Arisato (karakter utama) meninggal di akhir cerita, sebenarnya sih untuk lebih tepatnya lagi bukan meninggal tapi katanya Minato itu masih hidup tapi dia menyegel nyx agar tidak membawa kehancuran di dunia. Kisah mengenai Minato ini sedikit di ulas di game Persona 4 (PS 2) dan Persona 4 : Arena (PS3 dan XBox 360). Untuk informasi lebih lanjutnya kita tunggu saja anime persona 3 ini dirilis ya teman. Can't wait for it!! ^^


Sumber : google.com

Rabu, 10 Oktober 2012

Ragam Bahasa

                   Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi Bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen.  

Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan keragaman bahasa, yaitu:
 
1. Berdasarkan waktu penggunaannya 

#Ragam bahasa Indonesia lama
                  Ragam bahasa Indonesia lama dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai dengan saat dicetuskannya Sumpah Pemuda. Ciri ragam bahasa Indonesia lama masih dipengaruhi oleh bahasa Melayu . Bahasa Melayu inilah yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia. 

#Ragam Bahasa Indonesia Baru
                  Penggunaan ragam bahasa Indonesia baru dimulai sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda Pada 28 oktober 1928 sampai dengan saat ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.

2. Berdasarkan Media
#Ragam Bahasa Lisan
                  Ragam bahasa lisan merupakan bahasa yang berasal dari alat ucap. Dalam bahasa ini kita memakai tata bahasa, kosakata, dan lafal. Pengungkapan gagasan dalam bahasa ini dapat kita lihat dari tinggi rendahnya suara, penekanan suara, mimik muka, atau bahkan gerak tangan dan isyarat sebagai pembantu tersampaikannya gagasan tersebut.
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1) Memerlukan kehadiran orang lain
2) Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
3) Terikat ruang dan waktu
4) Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara

                Ragam bahasa lisan memiliki kelebihan diantaranya tidak terlalu memerhatikan pola kalimat dasar seperti susunan subyek, predikat dan obyek. Karena dengan adanya pengucapan dan gerakan sudah cukup membantu tersampaikannya ide atau gagasan. Sedangkan kekurangannya ragam bahasa lisan ini hanya dapat sesuai dengan waktu, tempat dan situasi. Seperti contohnya pembicaraan dalam ruangan belum tentu dapat dimengerti oleh orang yang berada diluar ruangan itu sendiri.

#Ragam Bahasa Tulisan
              Dalam ragam bahsa tulisan kita harus lebih memperhatikan tata bahasa, pola kalimat dan kosa kata yang tepat. Ragam bahasa tulisan merupakan sebuah pengungkapan gagasan yang disusun oleh tulisan-tulisan yang terdiri dari huruf-huruf dan angka.

Ciri-ciri ragam bahasa tulisan :
1) Tidak memerlukan kehadiran orang lain
2) Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap
3) Tidak terikat ruang dan waktu
4) Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan

            Ragam bahasa tulis memiliki kelebihan dimana ragam bahasa tulisan tidak terikat oleh situasi dan waktu. Dimana setiap orang yang bisa membaca akan mampu mengerti gagasan yang disampaikan. Tetapi kekurangannya adalah dalam ragam bahsa tulisan ini diharuskan adanya ketepatan penulisan gramatikal agar penyampaian gagasan tersampaikan dengan tepat.

3. Berdasarkan Situasi

#Ragam Bahasa Resmi
            Ragam bahasa resmi biasanya digunakan ketika kita berbicara kepada orang yang lebih tua atau dihormati.
Ciri-ciri ragam bahasa resmi :
1) Menggunakan unsur gramatikal secara eksplisit dan konsisten
2) Menggunakan imbuhan secara lengkap
3) Menggunakan kata ganti resmi
4) Menggunakan kata baku
5) Menggunakan EYD
6) Menghindari unsur kedaerahan



#Ragam Bahasa Tidak Resmi
            Ragam bahasa tidak resmi merupakan kebalikan dari raga bahasa resmi yang dapat kita gunakan dalam situasi yang lebih informal. Bisanya kita gunakan ketika kita berbicara kepada teman karib, bahasanya pun tidak begitu formal.

#Ragam Bahasa Akrab
             Penggunaan ragam bahasa akrab ini dinyatakan dengan adanya kalimat-kalimat pendek dan di gunakan oleh penutur yang hubungannya sudah akrab.

#Ragam Bahasa konsultasi (konsultatif)
              R
agam bahasa konsultatif adalah variasi bahasa yang lazim dalam pembicaraan di sekoiah, rapat-rapat, ketika berkonsultasi kepada dokter atau pembicaraan yang berorientasi pada hasil atau produksi, dan lain sebagainya

 4. Berdasarkan Bidang atau Tema yang sedang Dikomunikasikan

#Ragam bahasa ilmiah
              Bisanya digunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan penulisan ilmiah, penelitian,laporan ilmiah, dan kata-kata atau kalimata yang digunakan harus ilmiah.
Ciri bahasa indonesia ragam ilmiah:
1). Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia baku
2). Pengunaan kalimat efektif
3). Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda
4). Pengunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kiasan
5). Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan,
6). Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan Antaralinea.

#Ragam Bahasa Sastra
                 Berbeda dengan ragam bahasa ilmiah, ragam bahasa sastra banyak mengunakan kalimat yang tidak efektif. Pengambaran yang sejels-jelasnya melalui rangkaian kata bermakna konotasi sering dipakai dalam ragam bahasa sastra. Hal ini dilakukan agar tercipta pencitraan di dalam imajinasi pembaca.

#Ragam Bahasa Iklan
                 Bergaya bahasa hiperbola, berpersuasif, dan berkalimat menarik merupakan ciri-ciri ragam bahasa iklan. Selain itu, ragam bahasa iklan bernada sugestif dan propogandis. Hal itu ditujukan untuk menarik minat dan mempengaruhi pembaca berita atau penonton iklan.

#Ragam Bahasa Bidang-bidang Tertentu
                Ragam bahasa ini digunakan pada bidang-bidang tertentu seperti transportasi, komputer, ekonomi, hukum, dan psikologi. Misalnya pada bidang kedokteran sering digunakan istilah-istilah infus, USG, reonsen, ICU, dll.


       Bahasa Indonesia tentunya menjadi sarana utama dalam berkomunikasi di dalam Negara Indonesia itu sendiri. Tetapi  penggunaannya tergantung pada berbagai keperluan yang tentunya berbeda-beda. Maka dari itulah perbedaan tersebut dianamakan dengan Ragam Bahasa Indonesia. Keragaman bahasa indonesia juga timbul pada saat kita menghadapi situasi tertentu. Misalnya pada saat kita dihadapkan kepada situasi dimana kita harus menggunakan bahasa indonesia yang baku (ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dan dihormati), ketika kita bertemu dengan teman karib atau teman akrab bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia yang tidak terlalu formal, dan lain sebagainya. 

Senin, 08 Oktober 2012

Bahasa Indonesia




Pengertian Bahasa Indonesia

                  Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia atau bisa juga disebut bahasa Nasional. Indonesia memiliki berbagai macam suku bangsa, adat istiadat dan bahasa di tiap-tiap daerahnya masing-masing, oleh karena itu untuk mempersatukan seluruh warga Indonesia yang berasal dari suku bangsa dan daerah yang berbeda diperlukan adanya bahasa Nasional yaitu "Bahasa Indonesia". Dengan demikian, kita bisa berkomunikasi dan berbagi ilmu pengetahuan atau wawasan dengan seluruh warga Indonesia yang kita kenal tanpa mempermasalahkan dari mana mereka berasal, dari daerah mana dan dari suku apa.

Fungsi Bahasa Indonesia

           Seperti yang telah saya ungkapkan di atas, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dapat mempersatukan suku-suku atau kelompok-kelompok yang ada di Negara  Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu bisa disebut pula sebagai fungsi atau kegunaan adanya bahasa Indonesia, namun untuk lebih jelasnya saya akan membahas secara lebih detail mengenai fungsi atau kegunaan bahasa Indonesia ini. 

Fungsi atau kegunaan dari bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:

1. Fungsi bahasa Indonesia secara umum

a. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri
        Bahasa Indonesia dapat kita gunakan untuk menyalurkan ide-ide dan pendapat yang ada di dalam  pikiran kita. Mengekspresikan diri kita ketika sedang sedih, gelisah atau bahagia.

b.Sebagai alat untuk berkomunikasi
        Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat atau media bahasa yaitu lisan dan tulisan, sedangkan berkomunikasi secara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode dan bunyi seperti tanda lalu lintas, sirene, peluit, pentongan, bell, dan lain-lain. Setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.

c. Sebagai alat untuk adaptasi sosial
       Bahasa juga dapat digunakan untuk adaptasi sosial, maksudnya pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar (non formal) pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar (formal) pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. 

d. Sebagai alat kontrol sosial
         Bahasa dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan dalam diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku-buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, dan lain-lain. Contoh lainnya: 
Pada saat ujian berlangsung khususnya ujian nasional (UN) di SMP atau SMA biasanya sering ada tulisan "Harap tenang ada ujian" atau mungkin di pinggir-pinggir jalan ada tulisan "Hati-hati banyak anak menyebrang" hal itu akan merubah perilaku pengendara mobil atau motor untuk tidak mengebut dan melajukan kendaraan mereka dengan kecepatan normal.

2. Fungsi bahasa Indonesia secara khusus

a. Sebagai alat untuk bergaul dalam kehidupan sehari-hari
          Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan adanya orang lain untuk membantu mereka dalam menjalani kelangsungan hidupnya (manusia tidak bisa hidup sendiri). Sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa terlepas dari hubungan komunikasi dengan orang lain oleh karena itu sebagai alat komunikasi untuk bergaul dan berhubungan dengan orang lain maka manusia membutuhkan adanya bahasa.  

b. Untuk mewujudkan seni (sastra)
            Bahasa dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, sepeti syair, prosa, puisi, cerpen, dan lain-lain. Contohnya dalam sebuah syair lagu, biasanya bahasa yang digunakan mengandung makna yang tersirat, sesuai dengan keadaan pembuat syair pada saat membuat atau menulis syair lagu tersebut. 

c. Sebagai alat untuk mempelajari bahasa-bahasa kuno
            Dengan mempelajari bahasa kuno, kita dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
             
           
d. Untuk mengeksploitasi IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi)
            Manusia mempunyai jiwa dan sifat keingintahuan dan juga akal dan pikiran yang telah diberikan oleh Allah swt. Oleh karena hal itu, manusia selalu mengembangkan berbagai hal untuk kehidupannya yang lebih baik lagi. 

Perkembangan Bahasa Indonesia

Berikut ini adalah perkembangan Bahasa Indonesia dari tahun ke tahun:

#Tahun 1901, disusun ejaan resmi bahasa Melayu.

#Tahun 1908, pemerintah Belanda mendirikan badan penerbit buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat).

#Tahun 1909, bahasa Melayu sebagai asal mula kemajuan bangsa.

#Tahun 1913, berbicara dan menulis dalam bahasa Melayu.

#Tahun 1917, diubahnya badan penerbit buku bacaan yang didirikan oleh pemerintahan Belanda (Commissie voor de Volkslectuur/ Taman Bacaan Rakyat) menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, dan lain-lain.

#Tahun 1927, Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya dalam sidang Volkraad, seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.

#Tahun 1928, pemuda bangsa Indonesia mengikrarkan kebulatan tekad untuk menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia dan secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.

#Tahun 1933, berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.

#Tahun 1936, Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia.

#Tahun 1938, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.

#Tahun 1939, Lie Kim Hok, penulis Tionghoa pertama yang menggunakan gaya barat dan  mengakibatkan suatu perombakan dalam sastra Melayu.

#Tahun 1945, ditanda tangani UUD 1945, yang salah satunya (pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

#Tahun 1947, diresmikan penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuisen yang berlaku sebelumnya.

#Tahun 1954, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.

#Tahun 1955, Nio Joe Lan mengumumkan sebuah karangan yang berjudul Perkembangan dan Berachirnja Bahasa Melajoe Tionghoa (Berakhirnya Bahasa Melayu Tionghoa).

#Tahun 1972, H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No.57 tahun 1972. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan juga menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Resmi yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).

#Tahun 1978, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.

#Tahun 1983, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, sehingga dapat tercapai semaksimal mungkin.

#Tahun 1988, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh sekitar 700 pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditanda tangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.

#Tahun 1993, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.

#Tahun 1998, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.

#Tahun 2004, dewan bahasa dan pustaka (Malaysia) dan Majelis Bahasa Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia (MABBIM) berencana menjadikan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi dalam organisasi ASEAN, dengan memandang lebih separuh jumlah penduduk ASEAN mampu bertutur dalam bahasa Melayu. Rencana ini belum terealisasikan, tetapi ASEAN sekarang selalu membuat dokumen asli dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam bahasa resmi masing-masing negara anggotanya

Kedudukan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum didalam :


1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

2. Undang- Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.

Maka kedudukan bahasa Indonesia adalah sebagai :
1. Bahasa Nasional
               Kedudukannya berada diatas bahasa- bahasa daerah. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :

· Lambang kebanggaan Nasional
               Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.

· Lambang Identitas Nasional
             Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Artinya bahasa Indonesia dapat menunjukan identitas sesorang sebagai warga negara Indonesia. Kita harus menjaga agar ciri-ciri kepribadian bangsa kita dapat tercermin di dalamnya. 

· Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
           Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang mempunyai latar belakang sosial budaya berbeda dan beragam bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Meskipun kita menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.

· Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah.
         Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.

2. Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)
          Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :

· Bahasa resmi kenegaraan
           Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta kegiatan kenegaraan.

· Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan
           Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, materi pelajaran yang berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (IPTEK).

· Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah
           Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.

· Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern
           Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.

sumber:






       

Sabtu, 06 Oktober 2012

Persona 4 : Golden

Heiiiii para gamers ^^ tentu kalian tahu dong, games yang baru-baru ini dirilis oleh ATLUS di North Amerika. 


Yup bener banget guys, baru-baru ini game Persona 4 : Golden atau disebut pula Persona 4 : The Golden dirilis di North Amerika untuk pertama kalinya setelah dikabarkan di Jepang, merupakan "Vita's best-selling game in Japan". Game ini dirilis di North Amerika pada tanggal 20 November kemarin, kalau di Indonesia mungkin belum dirilis (biasa Indonesia suka ketinggalan \(T_T)"/). 



Series games Persona buatan ATLUS tersebut selalu di tunggu-tunggu oleh para penggemarnya, mulai dari awal kemunculan persona di PS1 yang berjudul Shin Megami Tensei : Persona 1 dan Persona 2, dilanjutkan oleh munculnya Shin Megami Tensei : Persona 3 dan Persona 4 di PS2. Setiap series Persona disajikan dengan jalan cerita dan karakter yang berbeda-beda namun konsepnya masih sama yaitu menerapkan sistem social link, RPG battle, arcana, shadow (musuh), hang out, part time job, quest, multiple ending, bisa memilih tingkat kesulitan dalam bermain game ini (easy, medium, hard), new game++ (setelah kita menyelesaikan game apabila ingin memainkannya lagi, fitur-fitur seperti item, persona, stat hero (courage, academic, dll)  yang telah kita dapatkan sebelumnya akan tetap menjadi milik kita, namun level dan tingkat social link akan di reset lagi dari ulang).

Apa sih bedanya Persona 4 biasa sama Persona 4 : Golden??? hayooo apa coba?? xD
Sebenarnya sama saja, tapi ada beberapa fitur baru yang ditambahkan ke dalam game Persona 4 : Golden ini, seperti: 
1. Ada karakter baru yang eksklusif yaitu Marie dan Adachi, sosial link mereka dapat membuka konten story baru, dungeon baru dan tambahan scenes untuk semua tipe ending baik, bad ending, good ending dan true ending. 


#Marie (New Charcter and Social Link), Aeon Arcana


#Adachi (New Charcter and Social Link), Pier Arcana



2.Chie dan Teddy surannya berbeda untuk yang versi Bahasa Inggris
3.Cutscencenya ada yang baru




4.Personanya lebih banyak lagi jenisnya, ada ultimate persona untuk team investigasi
5.Hero (Yu Narukami) dan teman-temannya mempunyai sepeda motor


6.Mempunyai kemampuan untuk meminta bantuan via Wi-Fi ketika party kita mencapai status kritis
7.Bisa skip cutscence dan bisa replay cutscene
8.Ikan baru dalam Fishing Game

9.Bisa keluar malam-malam kalau paman Yu Narukami (Doujima) sedang bekerja atau tidak ada di rumah
10.Sistem Gardening, dimana Hero (Yu Narukami) dan Nanako menanam tanaman di kebun tersebut dan hasilnya merupakan rare item yang tidak dijual di toko-toko item
11.Shadow baru, mulai dari stat, defense, attack, null dan kelemahan shadow berbeda dengan sahdow yang ada di Persona 4. Begitu pula dengan tempat munculnya kembali shadow tersebut pun berbeda (area spawn).

Intinya Persona 4: Golden yang merupakan game khusus untuk para pengguna Playstaion Vita ini merupakan game adaptasi dari Shin Megami Tensei : Persona 4 yang ada di PS2. Hanya saja untuk Persona 4 : Golden di tambahkan fitur-fitur baru agar lebih menarik. Jadi bagi kalian yang sudah mempunyai PSV, silakan di coba lagi maen Persona 4-nya ^^ banyak fitur-fitur yang baru dan yang pasti lebih seru ^^ 
~selamat mencoba~