Senin, 12 Maret 2012

Makalah Teori Organisasi Umum (Perilaku konsumen)


TEORI ORGANISASI UMUM 2

JUDUL MAKALAH
PERILAKU KONSUMEN

Disusun Oleh:
Kelompok 2 :
Amelia Pratiwi                          (10110606)
Hendra Ruslim                         (13110210)
Irma Leofany Tambunan          (13110618)
Rezah Zulfikar                          (15110824)

Kelas : 2KA01


UNIVERSITAS GUNADARMA
2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Perilaku Konsumen tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang perilaku konsumen, pendekatan-pendekatan perilaku konsumen dan konsep elastisitas. Diharapkan makalah ini akan memberikan informasi yang berguna kepada para pembaca tentang perilaku konsumen.

Akan tetapi makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu  kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu serta ikut berperan serta sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.





Depok 10 Maret 2012
           
                                                                                                                    Penyusun
                                                 

  


DAFTAR ISI


Halaman Judul ................................................................... i
Kata Pengantar ................................................................. ii
Daftar Isi .......................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................1
Latar Belakang ..................................................................1
Rumusan Masalah ..............................................................1
Tujuan ...............................................................................1
Manfaat .............................................................................1

BAB 2 PEMBAHASAN ...................................................2
A. Perilaku Konsumen .......................................................2
B. Pendekatan Perilaku Konsumen .....................................2
C. Konsep Elastisitas .........................................................4
D. Contoh Kasus................................................................7

Kesimpulan ........................................................................8

DAFTAR PUSTAKA .......................................................9




BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di Era Globalisasi ini banyak sekali produk-produk baru yang masuk dan keluar di pasaran. Produk dari luar negeri maupun produk dari dalam negeri. Salah satu dari produk tersebut bisa saja menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia maupun Dunia. Anggota kelompok referensi atau bias di sebut sebagai provokator sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat. Contohnya, sekarang ini di Indonesia bahkan mungkin di berbagai belahan Dunia lainnya telah di cemari oleh virus-virus dari bangsa korea yang sering di sebut K-Pop atau K-style. Hal tersebut akan menyebabkan orang-orang yang menyukai korea akan mengikuti gaya-gaya dari artis idola mereka dan membeli produk-produk yang di keluarkan oleh bangsa korea yang berbau K-pop dan K-Style. Dalam hal ini bangsa Korea khususnya boys and girls bandnya yang menjadi provokator atau anggota kelompok referensi.
Dalam perilaku konsumen semakin banyak jumlah barang yang mereka inginkan maka semakin bertambah pula tingkat kepuasan yang mereka dapatkan. Akan tetapi besarnya kepuasan marginal atau kepuasan tambahan akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus. Makalah ini akan membahas lebih lanjut lagi tentang perilaku-perilaku konsumen dan pendekatan perilaku konsumen yang bias di gunakan untuk mengukur tingkat kepuasan seseorang, akan di bahas juga tentang konsep elastisitas yang biasanya di gunakan oleh para produsen sebagai pedoman harga produk yang akan dia ubah atau dia tetapkan agar konsumen banyak membeli produknya.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat diambil suatu permasalahan yaitu adanya anggota referensi yang mempengaruhi perilaku seseorang dalam  pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku akan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.

C. Tujuan

Makalah ini di buat dengan tujuan untuk melengkapi tugas Teori Organisasi Umum dan untuk memberikan informasi tentang perilaku konsumen kepada para pembaca.

D. Manfaat

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan pembaca mengenai perilaku-perilaku konsumen, pendekatan perilaku konsumen, konsep elastisitas dan sebagainya. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi berguna bagi para pembaca yang merupakan konsumen maupun produsen.



BAB 2
PEMBAHASAN
A. Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap dapat memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu dan tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan demi kepuasan mereka.

Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen ada dua yaitu :
a. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Kelompok referensi sendiri merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan perilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam  pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. Anggota kelompok referensi sering menjadi penyebar dan pengaruh dikalangan masyarakat dalam hal selera konsumsi sehingga menyebabkan sebagian besar kalangan masyarakat mengikuti selera dari anggota kelompok tersebut dan menimbulkan keseragaman dalam perilaku konsumsi dikalangan masyarakat.
b. Faktor Internal
Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman.

B. Pendekatan Perilaku Konsumen

a.Pendekatan Kardinal atau Cardinal Approach

Menurut pendekatan kardinal kepuasan seorang konsumen diukur dengan satuan kepuasan (misalnya:uang). Setiap tambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya.

Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan. Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya, mereka mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.


Asumsi dari pendekatan kardinal adalah sebagai berikut:
1.Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2.Berlaku hukum Diminishing marginal utility, yaitu besarnya kepuasan marginal akan selalu menurun dengan bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi secara terus menerus.
3.Pendapatan konsumen tetap yang artinya untuk memenuhi kepuasan kebutuhan, konsumen dituntut untuk mempunyai pekerjaan yang tetap supaya pendapatan mereka tetap jika salah satu barang di dalam pendekatan kardinal harganya melonjak.
4.Uang mempunyai nilai subyektif yang tetap yang artinya uang merupakan ukuran dari tingkat kepuasan di dalam pendekatan cardinal. Semakin banyak konsumen memiliki uang maka semakin banyak pula kebutuhan mereka yang akan terpenuhi.
5.Total utility (kepuasan total) adalah additive dan independent. Additive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent berarti bahwa daya guna X1 tidak dipengaruhi oleh tindakan mengkonsumsi barang X2, X3, X4 …. Xn dan sebaliknya.

b.Pendekatan Ordinal atau Ordinal Approach

Dalam Pendekatan Ordinal daya guna suatu barang tidak perlu diukur, cukup untuk diketahui dan konsumen mampu membuat urutan tinggi rendahnya daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok barang. Pendekatan yang dipakai dalam teori ordinal adalah indefference curve, yaitu kurva yang menunjukkan kombinasi 2 (dua) macam barang konsumsi yang memberikan tingkat kepuasan sama.

Asumsi dari pendekatan ordinal adalah:
1.Konsumen rasional artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya.
2.Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna yang artinya konsumen melihat barang dari segi kegunaannya.
3.Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu artinya konsumen harus mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhannya.
4.Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum artinya konsumen harus berusaha semaksimal mungkin walaupun hanya mempunyai uang terbatas untuk memenuhi kebutuhan mereka.
5.Konsumen konsisten, artinya bila barang A lebih dipilih daripada B karena A lebih disukai daripada B, tidak berlaku sebaliknya
6.Berlaku hukum transitif, artinya bila A lebih disukai daripada B dan B lebih disukai daripada C, maka A lebih disukai daripada C

Persamaan Kardinal dan Ordinal:
Persamaan kardinal dan ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility).

Perbedaan kardinal dan Odinal :
Pandangan antara besarnya utility menganggap bahwa besarnya utiliti dapat dinyatakan dalam angka atau bilangan.. Sedangkan analisis ordinal besarnya utility dapat dinyatakan.dalam bilangan atau angka. Analisis kardinal mengunakan alat analisis yang dinamakan marginal utiliy(pendekatan marginal). Sedangkan analisis ordinal menggunakan analisis indifferent curve atau kurva kepuasan sama .
C. Konsep Elastisitas

Elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variable dengan perubahan variable lainnya. Definisi lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.


4 konsep elastisitas yang umumnya dipakai dipakai dalam teori ekonomi mikro
1. Elastisitas harga permintaan (Ed)
2. Elastisitas harga penawaran (Ws)
3. Elastisitas silang (Ec)
4. elastisitas pendapatan (Ey)

1. Elastisitas Harga Permintaan (Ed)

Digunakan untuk mengetahui besarnya perubahan jumlah barang yang diminta akibat adanya perubahan harga barang itu sendiri.

KRITERIA UKURAN
·         Ed > 1 : Elastis
·         Ed < 1 : In Elastis
·         Ed = 1 : Unitary atau seimbang
·         Ed = 0 : In Elastis Sempurna
·         Ed = ~ : Elastis Sempurna


Hal-Hal Yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1. Tingkat kemudahan barang yang bersangkutan untuk di gantikan oleh barang yang lain.
2. Besarnya proporsi pendapatan yang digunakan.
3. Jangka waktu analisa.
4. Jenis barang.

Ada beberapa faktor yang menentukan elastisitas harga permintaan :
  1. Tersedia atau tidaknya barang pengganti di pasar
  2. Jumlah pengguna/tingkat kebutuhan dari barang tersebut
  3. Jenis barang dan pola preferensi konsumen
  4. Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu penggunaan barang tersebut.
  5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor barang
Elastisitas akan besar bilamana :
  1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
  2. harga relatif tinggi
  3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :
  1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
  2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
  3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.
2. Elastisitas Penawaran (Ws)

Elastisitas Penawaran mengukur besarnya prosentase perubahan jumlah barang yang di tawarkan akibat adanya perubahan harga barang yang bersangkutan jika elastisitas permintaan kuantitasnya adalah kuantitas yang diminta dan elastisitas penawaran kuantitasnya adalah kuantitas yang di tawarkan.

3. Elastisitas Silang (Ec)

Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitanya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.


4. Elastisitas Pendapatan (Ey)

Untuk mengukur perubahan jumlah barang yang diminta akibat dari adanya perubahan pendapatan.



Contoh Elastis :
-Laptop
-Perhiasan
-Kendaraan

Contoh In elastis :
-Bahan baker
-Makanan
-Keb. Rumah tangga





D. Contoh Kasus

Indomie yang merupakan nama produk mie instan yang sangat terkenal dengan inovasi-inovasi barun setiap tahunnya telah mendominasi pasaran produk mie instan terutama di Indonesia. Produk indomie ini juga sangat di gemari berbagai kalangan masyarakat mulai dari masyarakat ekonomi tingkat bawah, menengah maupun tingkat atas. Hal tersebut dapat terjadi bukan karena perusahaan indomie yang pintar melakukan dan memunculkan inovasi-inovasi baru saja, akan tetapi karena perusahaan tersebut (produsen) sangat paham atau melihat peluang dari perilaku-perilaku konsumennya. Perilaku konsumen juga dapat menentukan strategi pemasaran suatu perusahaan. Konsumen akan membeli suatu produk apabila menurut mereka produk tersebut menarik dan berguna untuk mereka sehingga mereka akan mengkonsumsi produk tersebut, atau bisa juga karena pengaruh lingkungan, teman bermain, keluarga, dan kebutuhan diri sendiri. Produsen biasanya akan mengiklankan hasil produk mereka di media massa dengan tema yang semenarik mungkin sehingga para konsumen akan tertarik untuk membeli produk mereka. Proses pengambilan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk, yaitu:

a.       Pengenalan masalah, konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang di hadapinya. Tanpa ada pengenalan masalah yang muncul konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
b.      Pencaria informasi, setelah memahami masalah yang ada konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi agar permasalah yang ada dapat terselesaikan.
c.       Keputusan pembeli, setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternative stategis yang ada biasanya konsumen akan langsung mengambil keputusan untuk membeli produk tersebut.

Konsumen biasanya akan melihat kualitas dan kuantitas dari harga yang mereka inginkan. Terkait dengan contoh kasus indomie di atas para konsumen lebih sering mengkonsumsi mie instan indomie karena menurut mereka citra rasa dari produk tersebut lezat atau enak dan dengan harga terjangkau pula yang dapat di konsumi oleh berbagai kalangan. Para konsumen juga biasanya membeli suatu produk karena terpengaruh oleh rasa penasaran dan informasi dari teman-teman dekatnya atau dari media massa mengenai produk tersebut. Akan tetapi sebagai konsumen kita juga harus berhati-hati dalam memilih produk yang akan dibeli karena banyak para produsen yang tidak jujur dan ridak bertanggung jawab ada di luar sana, sebagai konsumen kita harus menjadi konsumen yang cermat dan pintar, jangan mudah tergiur atau tertarik dengan suatu produk dengan harga yang tidak sesuai dengan harga di pasaran.


Kesimpulan

Perilaku konsumen adalah perilaku yang ditunjukkan oleh konsumen dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap dapat memuaskan kebutuhan mereka, perilaku konsumen di pengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah faktor dari luar yaitu pengaruh dari keluarga, kelas sosial, kebudayaan, strategi marketing, dan kelompok referensi. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri kita sendiri, seperti motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar adalah perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu atau pengalaman. Tingkat kepuasan seseorang atau konsumen dapat di ukur melalui pendekatan perilaku konsumen yang terdiri dari pendekatan cardinal dan ordinal. Semakin besar jumlah barang yang di konsumsi semakin besar pula tingkat kepuasannya

  




DAFTAR  PUSTAKA

nuraini.staff.umm.ac.id/files/2010/01/ELASTISITAS.ppt






Rabu, 07 Maret 2012

Kesan Pertama Belajar TOU dengan Bu Ira Phajar Lestari

Sebelumnya saya sudah kenal sama nama bu "Ira Phajar Lestari" sejak semester 3 kemarin, jadi pas sekarang beliau ngajar di kelas saya hafal banget. hehe kenapa kog bisa gitu yaa?? begini ceritanya teman-teman. Waktu semester 3 awal pas ngecek-ngecekin jadwal per kelas kebetulan di jadwal anak 2KA13 (kebetulan ada someone lahh....Ooopss) ada mata kuliah yang di ajarin sama bu ira, soft skill juga sama, maksudnya Teori Organisasi Umum. Karena namanya mirip banget sama dosen favorit saya waktu tingkat 1 saya menerawang-menerawang (weeiittss kayak paranormal aja menerawang), dalam hati saya bilang "waahh nih dosen pasti cantik plus gaool nih ga jauh beda sama bu ira pasti ngajarnya juga asik" maaf ya bu bukannya menyamakan Ibu tapi cuman feeling aja waktu dulu XD
tapiiiii....waktu minggu pertama, si doi yang ada di KA13 cerita kalo softskill udah di kasih tugas, di suruh perbaikin blog, di suruh presentasi plus bikin makalah, di blog nggk boleh copas, dan sebagainya. waduuuhhh killer amat ni dosen, pikir saya waktu itu. Maklum yaa bu bagi sebagian mahasiswa dosen-dosen yang kebanyakan ngasih tugas kebilang killer apa lagi buat mahasiswa "pemalas" seperti saya (kog bisa masuk KA01 sih meell???hahaha mungkin karena ada kesalahan teknis). Anehnya beberapa saat setelah si doi bilang kayak gitu saya merenung, enak kali ya di ajarin sama bu Ira, bisa ngerasain belajar soft skill yang sesungguhnya karena waktu tingkat 1 ada beberapa dosen yang bilang kalau pelajaran soft skill itu seharusnya   jangan cuman ngeposting tulisan di blog saja tetapi harus benar-benar di pelajarin soft skillnya dengan cara presentasi dan diskusi, hal itu juga akan sangat berguna bagi nanti kita presentasi PI atau skripsi dan agar lebih terbiasa berinteraksi dengan banyak orang, oleh karena itu saya bilang "belajar soft skill yang sesungguhnya". waahh nggk adil nih masa KA13 yang kelas ujung di ajarin sama dosen berkualitas seperti itu tapi KA01 yang katanya KA spesial kog nggk di ajarin sama bu Ira sih, protes saya dalam hati. 
tappiii lagi nih buuu XD (bu ira pasti bilang "kebanyakan tapi nih anak, aneh banget") pas semster ini saya liat Ibu ngajar di kelasan saya, jiwa males saya keluar "aduuhh sama bu Ira, ribet deh nihh" pikir saya waktu itu. Hari Rabu tanggal 29 Maret di ruangan kelas E524A selesai pelajaran Sistem Operasi (lagi nunggu dosen matematika lanjut) adalah hari pertama saya bertemu langsung dengan Beliau (Bu Ira maksunya). lagi duduk asik sama temen, ngobrol-ngobrol, beberapa menit kemudian Bu Ira dateng ke kelas langsung ngomong soal kelompok, dan lain sebagainya. Pertama saya bingung banget, kog matematika ada pembagian kelompoknya, waktu itu saya pikir Bu Ira itu Dosen matematika Lanjut, ternyata Dosen soft skill. hehe
Hari kamis sesuai janji Bu Ira pada hari Rabu dengan kelas saya, Bu Ira katanya akan menjelaskan secara lebih detail lagi tentang kelompok dan soft skill yang beda dari yang lainnya itu di sela-sela waktu kosong mata kuliah lain. soalnya masih minggu pertama, dosen paling cuman sebentar ngajarnya. Alhasil pada hari H-nya terjadi insident, Dosen-dosen yang di perkirakan mengajar sebentar itu ternyata malah ngajar super lama banget jadinya waktu buat Bu Ira masuk ke kelas dan menjelaskan tentang seluk beluk soft skill ala dia peluangnya sangat sedikit di tambah anak-anak udah pada kelaperan jadi pada keluar deh (termasuk saya, hehehe maaf banget Ibu, saya keluar sholat waktu kemarin).
Setelah selesai sholat saya bingung sendiri soalnya kata temen-temen yang lain Ibu Ira marah-marah karena anak-anak pada nggk ada di kelas terus bilang "Saya bisa saja ngasih nilai E ke kalian semua" aduuuhh "E" lagi  liat "B " di rangkuman nilai aja udah stresnya minta ampun apa lagi "E" buu (Bukannya sombong bu emang dari dulu A itu susah banget tercetak di rangkuman nilai saya, bosen B mulu. hahaha ) turun lagi daah nih IPK, pikir saya. 
Hari ini saya ketemu lagi sama Bu Ira dan mendapatkan kehormatan buat di ajarin sama beliau tentang seluk beluk soft skill yang sesungguhnya yang saya inginkan dulu. wuuuiiihhh presepsi saya yang dulu langsung muncul kembali, sifat pemalas langsung hilang jadi rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba hal yang baru jadi tumbuh di dalam benak saya, mencoba membagi ilmu untuk semua orang yang membutuhkan meskipun hanya sebatas ilmu yang kita ketahui saja, lebih mengembangkan wawasan kita dan memperlebar pemikiran kita. Bu Ira juga cerita soal sebagian dari kelasan cuma punya blog buat tugas doank (aduhh ibu saya banget itu....hahaha) tapi sayangnya Bu Ira ga komenin soal Blog saya, Komen yang jelek-jelek yang saya mau tapinya Buu, untuk perubahan menjadi lebih baik lagi, begitu maksud saya.hehehe
 Intinya "Don't Judge Someone By It's cover" jangan liat orang dari luarnya saja!!! Ayo kita mulai awal yang baru yang bisa merubah hidup kita lebih baik lagi!!! Tulisanmu Bisa Merubah Dunia!!!! Ganbatte!!!! Semangatttt!!XDD